"Ya sudah good luck aja pa......Mama doakan yang terbaik buat papa....jangan lupa selalu kirim kabar...."
Mama memeluk dan mencium pipi papa...papa pun merangkul aku dan mama....
"Jaga diri kalian baik-baik...terutama kamu lengka....jaga adikmu..jangan berantem mulu... bulan depan kan siska dateng...bantu carikan dia kuliahnya..."
"ok pa..."
aku pun memeluk papa lagi...
"jaga kesehatan pa...semoga penelitiannya berhasil..."
Papa segera mengangkat koper pribadinya....dengan memakai rompi hitam, papa segera menuju ke bagian resepsionis dan menyerahkan bukti tiket...kemudian melihat ke aku dan mama..dan melambaikan tangannya....
di dekatnya sudah ada orang yang menunggu papa, yang ternyata teman papa yang bernama Pak Richard, karena beliau sudah biasa bertamu ke rumah dengan keluarganya...aku jadi langsung tau....dia melihat kami kemudian tersenyum dan menunduk hormat kepada aku dan mama
diiringi lambaian tangan....sosok papa dan rekannya itu mulai menghilang memasuki koridor pesawat..
oh ia, papa dengan pak richard rekannya itu memiliki suatu kemiripan...dengan umur dan badan yang terbilang satu dua.....berkacamata...dua-duanya menyukai musik country dan gila kerja...jika mereka berdua sudah ada di ruang laboratorium....mereka berdua kadang-kadang lupa makan..meskipun aku dan mama sudah berulangkali meminta mereka makan ketika waktunya tiba...tetap saja tidak digubris....
sementara itu, bedanya papa dengan pak richard hanya di kepala.....papa ubanan sedangkan rekannya hampir botak... walaupun begitu, pak richard pun termasuk orang yang baik kepada aku selain mama dan papa...berbeda 180 derajat dengan siska....dia bencana buatku.....
5


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact