Minggu, 02 Desember 2012

tiga

Sebelumnya

Sementara Papaku adalah seorang ilmuwan dan arkeolog, berambut hitam, lurus dan pendek sama seperti aku...sedikit putih karena uban...berkaca mata...tingginya hampir sama dengan aku sekitar 170cm...badannya sedikit gemuk...umurnya sekitar 50an....berkulit sawo matang sama dengan aku dan mama....kerjaannya bisa dibilang...jarang dirumah...ini saja sudah sebulan tidak pulang....kadang, aku iseng masuk ke laboratorium pribadi papa di rumah....sekedar pengen tau apa isinya....banyak buku tersusun rapi di rak, artikel-artikel khusus yang ditempel di dinding, foto keluarga, tulisan papa di whiteboard, komputer kerja papa, patung-patung bahkan tengkorak, entah itu hewan maupun manusia di sudut-sudut ruang laboratorium papa. tak jarang pula aku membaca artikel-artikel itu untuk bahan kuliahku juga tidur di sana...

Tidak sengaja aku menemukan di laci papa sebuah artikel bertulis

"PROHIBITED"

di sudut kanan atas bukunya. tulisannya kecil berwarna merah dan hampir terhapus. disitu terpampang logo perusahaan dimana papa bekerja.

Aku pegang artikel itu....ukurannya sebesar buku ukuran A4 hanya tebalnya sekitar 3cm, aku buka lembaran artikel itu......wahhhh tulisan semua...banyak kata-kata yang belum ku pahamin.....CHAC, X+Y,F2+....$%^&*@#@@...rumus-rumus ga penting banyak terpampang disitu

BRAKKK...

Cukup...gila, aku bukan ilmuwan...ngapain buka-buka artikel khusus punya papa yang isinya pun aku ngga ngerti sama sekali...ku pikir di ruang itu aku dapet majalah dewasa atau semacamnya...haha pikiranku sudah melayang entah ke mana

LENGKAAAAA.......ada telpon dari Ika ni.....

LENGKAAAA.....

aku sadar dari pikiranku sendiri....ku masukkan artikel papa di tempat semula dan keluar dari laboratorium papa dan berjalan menuju ruang keluarga

"ia mahh.....ada apa sih...."

"ini nih ika nelpon...angkat...."

"hmmm.."

"Ehh sayang, kamu dari laboratorium papa ya ka....pasti di acak-acakin ya..."

"Engga Mama....lengka cuma baca-baca doang...biasa buat kampus..."

"Sudah di rapiin belum, papa mau dateng loh nanti malam"

"bener...." mataku terbuka lebar

"ia, sudah tuh angkat telpon dulu...."

3

Lanjut 1 2 3 4

0 komentar:

Posting Komentar

 
;